ukir

 SEJARAH UKIRAN JEPARA

 Ukiran Jepara sudah ada jejaknya pada masa Pemerintahan Ratu Kalinyamat (1521-1546) pada 1549. Ratu mempunyai anak perempuan bernama Retno Kencono yang besar peranannya bagi perkembangan seni ukir.


Ciri khas Ukiran Jepara

 Pertama, daun yang keluar dari tangkai relung. Kedua, daun yang keluar dari cabang atau ruasnya. Ukiran Jepara juga terlihat dari motif Jumbai dimana daunnya akan terbuka seperti kipas lalu ujungnya meruncing. Dan juga ada tiga atau empat biji keluar dari pangkal daun.


Nama Motif ukir Jepara

 Trubusan adalah motif dari ukiran Jepara yang terdiri dari dua jenis. Ada trubusan yang keluar di sepanjang tangkai relung dengan bentuk daun dan ada trubusan yang keluar dari cabang atau ruas.


Makna motif ukir Jepara

 Makna motif ini adalah hidup saling membutuhkan. Begitu juga motif lung-lungan, terinspirasi dari motif relief ukir Jepara yang ada di Desa Senenan. Motif Kembang Setaman berupa motif ulir yang dihiasi bunga aneka warna dan kupu-kupu, yang menggambarkan harmoni keindahan taman bunga.


Dimensi ukiran jepara

 Selain ukiran relief 3 dimensi, Jepara juga memiliki sentra-sentra ukiran lainnya seperti sentra ukir patung di Mulyoharjo.


Perbedaan

 Perbedaan seni ukir Bali dan Jepara adalah sebagai berikut. Seni ukir Jepara menekankan pada motif tanaman. Sementara seni ukir Bali menekankan pada tokoh mitologi serta alam sekitar


Jenis-jenis ukiran jepara


1. Ukiran Jepara Motif Makara



Jenis ukiran ini cukup unik karena menggabungkan dua budaya agama berbeda, yaitu Islam dan Hindu. Makara adalah makhluk mitologi Hindu yang berbentuk seperti gabungan dua hewan, semisal gajah dan naga. Dalam mitologi tersebut dipercaya bahwa makara adalah kendaraan Dewi Gangga dan Dewa Baruna. Kamu bisa menemukan motif ukiran ini di berbagai relief candi di Indonesia


2. Motif ukiran naga



Motif satu ini juga salah satu yang paling terkenal. Ukiran ini berbentuk naga yang dikelilingi dekorasi ukiran yang cantik.
Naga merupakan hewan mitologi yang dipercaya sebagai simbol penguasa. Motif ini bisa kita lihat di berbagai furnitur, pintu, atau lukisan. Memberikan kesan cantik dan kuat di saat yang sama, membuat banyak orang menyukai ukiran satu ini.


3. Motif Daun



Motif daun banyak diaplikasikan pada pajangan atau dekorasi rumah. Biasanya motif ini berbentuk daun atau tumbuhan yang tumbuh di pegunungan, semisal pohon kamboja dan daun trubusan. Selain mempercantik ruangan, ukiran ini dapat memberikan kesan alami.


4. Motif Ukiran Burung



Motif ini berbentuk gambar burung yang dikelilingi daun dan bunga cantik. Motif burung tidak hanya cantik, tetapi juga memiliki sejarah panjang. RA Kartini pernah mengirimkan bingkai seni ukiran ini ke Pameran Nasional Karya Wanita atau Nationale Tentoonstelling voor Vrownarbeid tahun 1898. Hal itu merupakan awal mula ukiran Jepara dikenal di mancanegara


5. Ukiran Jepara pada Jendela Krepyak


Jendela Krepyak adalah jendela yang di bagian tengahnya terdapat deretan jalusi. Jalusi ada yang berbentuk horizontal dan vertikal. Fungsi jalusi adalah sebagai pengatur cahaya dan sirkulasi udara yang masuk. Jendela semakin cantik dengan dekorasi ukiran di keempat sisinya. Jendela jenis ini biasa digunakan di daerah tropis.



contact person:  082223782479

Komentar